Dalam hidup
yang kita jalani pasti selalu penuh dengan tanda tanya, tak terkecuali dalam
soal cinta. Pasti selalu ada kenapa di dalam kenapa. Kenapa begini ya? Kenapa
begitu ya? Kenapa ya? Gitu aja terus.
Pada kali
ini mau coba bahas tentang seseorang yang dulunya sudah capek sama yang namanya
cinta, dan sampai akhirnya semesta memberikan kesempatan buat dia untuk
merasakan cinta lagi.
Ternyata
kali ini semesta jahat, semesta yang memberikannya kesempatan tapi pada
akhirnya semesta juga yang membuat dia terjatuh karena cinta.
Dia
benar-benar berharap kali ini semesta memberikannya kesempatan yang dia tunggu dan
kepada orang yang tepat. Ternyata dia salah, dia terlalu naif. Ternyata
harapanya itu benar-benar jauh dari apa yang dia harapkan.
Dia yang
dulunya bisa hidup tanpa cinta, sekarang dia merasa hidupnya hancur karena
cinta. Dan dia sekarang masih terjebak
di dalam ke patah hatiannya.
Dari sedikit
gambaran cerita di atas kita bisa ambil banyak pelajaran di dalamnya.
Misalnya
tentang harapan yang dia bangun sendiri. Kenapa dia terlalu berharap sama
kesempatan yang dia dapatkan? Kenapa dia begitu yakin kalo itu orang yang
tepat?
Harusnya dia
harus lebih sabar untuk menaruh harapan sebesar itu, harusnya dia harus
berpikir matang apa dia orang yang tepat atau bukan. Dan ternyata dia salah,
ternyata akhirnya dia jatuh sama harapan yang di bangunnya sendiri.
Juga tentang
ke patah hatiannya. Kenapa dia terlalu lama dalam patah hati itu sendiri?
Kenapa dia merasa hidupnya mati begitu saja karena cinta?
Harusnya dia
berpikir kenapa dia harus terlalu lama terjebak di dalam patah hatinya. Toh
dulu dia bisa hidup tanpa cinta dan itu membuat dia baik-baik saja. Harusnya
dia berpikir kalau adanya cinta itu gak menjamin hidupnya akan menjadi lebih
baik. Dan terbukti ternyata karena
adanya cinta hidupnya malah menjadi berantakan.
“Terkadang kita harus lelah dengan
yang namanya cinta, dan terkadang
kita juga harus percaya kalau
dengan cinta itu gak menjamin kita jadi lebih baik, malah cinta itu bisa menjadi boomerang buat kita
sendiri”
Jadi buat kamu,
jangan terlalu berharap sama sebuah hubungan yang lagi di jalani. Jangan karena
pasangan kita baik sama kita, kita yakin dia orang yang tepat. Jangan karena
sebuah hubungan yang sudah terjalin lama, kita yakin dan kita berharap bahwa
dia orang yang terakhir buat kita.
Cinta gak
semudah itu, cinta itu rumit.
Jadi tetep harus berhati-hati lagi sama harapan yang telah
kita bangun, jangan sampai kita hancur karena harapan yang kita bangun sendiri.



0 komentar:
Posting Komentar