“Aku mencintaimu, tetapi rasa cinta ini kenapa
begitu menyakitkan?”
Pertanyaan ini lah yang selalu aku pertanyakan
pada diri ku, apakah aku harus menanyakan padamu kenapa aku bisa sesakit ini?
Kurasa tidak perlu.
Yang ku tahu, jatuh cinta itu indah.
Yang ku tahu, jatuh cinta itu bahagia.
Yang ku tahu, jatuh cinta itu sederhana.
Tapi, kenapa mencintaimu begitu rumit dan
menyakitkan? Iya, ini aku apa adanya, ini aku yang mencintaimu dengan tulus, dan ini aku yang mencintaimu dengan sangat.
Kurasa, dengan kita menjalani hubungan atas
dasar nama “Cinta” aku akan mendapatkan bahagia yang sesungguhnya karena kita
saling mencintai satu sama lain. Ternyata
kenyataan tak seindah itu, maaf aku terlalu naif.
“Aku bodoh,
aku bodoh terlalu naif tentang cinta.”
Iya, aku tahu kamu juga mencintaiku. Tapi,
dari caramu memperlakukan aku sampai saat ini apakah benar kau juga
mencintaiku? Apa iya? Maaf aku ragu.
Sejak hari ini, aku benci dengan hewan yang
bernamakan cinta itu. Aku benci dengan semua kata yang dilumuri kata cinta.
Iya, memang semua manusia membutuhkan cinta, begitupun aku. Tapi, apakah
mencintaimu sesakit ini? Aku masih bertanya-tanya.
“Aku
tidak pernah mengerti mengapa Tuhan memberikan kita cinta. Tetapi aku lebih
tidak mengerti lagi mengapa Tuhan mempertemukan kita. Semua ini memiliki
alasan.”



0 komentar:
Posting Komentar