Rindu Sebatas Senja

Aku tidak sedang ingin
Melupakanmu...
Aku juga tidak sedang ingin
Menepis bayanganmu...

Ku biarkan segalanya luruh
Bersama rintik hujan di tepi senja sore ini.
Mengkristalkan rasa yang tersisa,
Tak pernah jadi pekerjaan yang mudah,
Dan bukan pekerjaan yang aku suka.

Bergumul dengan luka...
Memakai topeng kesana-kemari.
Aku selalu bisa tampak baik-baik saja,

Di hadapanmu.
Berpura-pura,
bahwa ini mudah buatku.
Tapi, di depan mereka,
Dan di hadapan diriku sendiri,
Aku tak pernah bisa.

Kubiarkan mereka menertawaiku
Mencemooh kebodohanku
Yang masih saja mencintaimu
Dengan begitu gaduh.
Yang masih saja begitu berisik,
Merindukanmu.

Ya, aku tak pernah menang
Jika ini selalu tentangmu,
Aku tak pernah mudah menemukan cara
Untuk berlalu begitu saja.

Aku tak pernah mudah menemukan cara
Untuk menghilang begitu saja.
Tanpa harus menoleh kebelakang,
Untuk diam-diam kembali menatapmu
dari kejauhan.
Sekalipun hanya bisa kunikmati kamu,
Sebatas punggungmu saja.

Di senja yang basah,
Bersama dengan secangkir kopi hangat,
Kubiarkan hati ku kembali bernostalgia,
Menikmati rasa yang tersisa.
Menggenapkan rasa yang tertinggal.
Sebab cinta selalu tentang rasa...

*Untuk kamu yang diam-diam masih ku kenang

*Untuk kamu yang diam-diam (masih) kurindu

0 komentar:

Posting Komentar