Menikmati Dingin


Kali ini aku tidak akan mengusikmu lagi, mengganggumu, atau pun menanyakan kabarmu mungkin (?)

Aku hanya sedang bertanya-tanya tentang hatimu itu, yang terkadang sangat sulit dipahami oleh orang awam sepertiku ini. Hatimu bagiku terlalu dingin, meskipun kita berdua ini adalah sepasang kekasih. Yang entah telah menyatu atau hanya sekedar bersama.

Di malam yang dingin ini, aku tak bisa memejamkan mata.

Akhirnya aku membuka kulkas, disana terdapat ice cream coklat dengan perpaduan serpihan biskuit oreo. Di malam yang dingin ini, aku tidak mau menyemil sesuatu yang hangat. Aku menginginkan yang dingin, setidaknya agar aku terus ingat padamu (Sosok yang dingin).

Ketika satu sendok pertama kulahap, rasa dingin ini seperti mengajakku untuk bersamanya. Aku ingin terus dan terus melahap ice cream oreo ini. Dan kemudian aku menyambungnya dengan sosok dirimu.

Hatimu yang dingin itu apakah sebenarnya tak sedingin seperti yang kukira?

Apakah ternyata aku yang tak bisa memahami sehingga terasa menjadi dingin?

Terlalu banyak kata-kata yang berlalu lalang dipikiran ini, mungkin terkadang berlebihan aku memikirkanmu. Sampai menyangkut pautkan ice cream oreo ini dengan dirimu, yang sejatinya adalah seorang wanita.

Aku merasa egois jika terus menahan perasaan kesal ini sendiri, aku ingin bicara padamu, menyelesaikan masalah ini bersama. Maaf jika aku seakan seperti makhluk yang egois.


Teruntukmu, 1 May 2015

0 komentar:

Posting Komentar